[REVIEW] The Truth Within (2025)
The Truth Within
Hi My Day 👋
Aku balik lagi nih. Nggak lama sih sejak postingan terakhir, tapi ya… tetap aja rasanya pengen nyapa kalian lagi.
Hari ini aku mau bahas genre yang belum pernah aku angkat di blog ini sebelumnya, thriller misteri. Padahal ini termasuk salah satu genre favoritku. Jadi kali ini aku pengen cerita soal drama yang satu ini.
Beberapa waktu lalu, aku akhirnya menyelesaikan The Truth Within. Drama ini sebenarnya tayang di akhir tahun, barengan dengan Shine On Me (2025) yang waktu itu masih ongoing dan juga aku ikuti. Karena genrenya cukup berat, aku sengaja nggak menjadikannya tontonan selingan.
Masalahnya, setelah Shine On Me tamat, aku malah keburu teracuni Love Between Lines (2026). Alhasil, The Truth Within sempat tertunda cukup lama.
Sampai akhirnya sekarang, aku benar-benar duduk dan menontonnya sampai selesai.
The Truth Within adalah drama thriller misteri yang tayang di Youku sejak tanggal 29 Desember 2025 - 9 Januari 2026. Drama ini dibintangi oleh Luo Yunxi, Cya Liu dan Jiang Qi Lin.
Menceritakan tentang Qi Si Zhe seorang dokter forensik di kepolisian mencoba mengungkap kasus kematian pacarnya, Yu Fei. Si Zhe merasa kasus tersebut terlalu cepat ditutup karena masih ada dalang lain dibalik itu semua. Setelah menyesaikan rehabilitasinya, ia bergabung dengan kepolisian Kota He untuk melanjutkan penyelidikannya.
Di sana, Si Zhe harus berkerja sama dengan Han Feng dan Zhu Qing Yue, rekan detektifnya untuk memecahkan kasus di kota itu yang di duga berhubungan dengan Yu Fei.
Bagaimana kisah ini selanjutnya?
Berikut review-ku untuk The Truth Within. Enjoy.
SPOILER ALERT
Alasan terbesar kenapa drama ini langsung masuk daftar tontonanku? Apalagi kalau bukan karena Luo Yunxi. Motivasi awal nonton ini ya jelas, Luo Yunxi. Aku kangen banget lihat dia di drama modern. Terakhir di Love Panacea (2022) bareng Zhang Ruonan. Soalnya dia lama banget “terjebak” di Hengdian dengan drama kostum. Begitu lihat sinopsisnya. Balas dendam seorang dokter forensik. Kayak langsung, oke, ini pasti akan keren.
Jujur aja, aku sendiri sebenarnya nggak terlalu familiar dengan genre thriller di dracin kayak gini. Bukan karena nggak suka, tapi karena alasan utama aku nonton dracin biasanya buat menghibur hati yang lagi lara, pengen berbunga-bunga, dan ngerasain efek kupu-kupu di perut. Makanya genre dark jarang banget jadi pilihan. Tapi demi Yunxi, hajarlah.
Drama ini kalau di drakor, tipenya kayak drama dari Channel OCN. Yang nontonnya tuh wajib naikin brightness sampai full. Gelap banget cuy.
Dua episode awal masih tergolong standar, selayaknya drama thriller. Pemeran utama yang jenius, dibuat seolah-olah mencurigakan. Kita sebagai penonton yakin bukan Qi Si Zhe pelakunya, tapi bukti-bukti malah mengarah ke dia. Jadi bukan fokus ke “siapa pembunuhnya”, melainkan gimana cara membuktikan kalau Qi Si Zhe bukan tersangkanya.
Tapi episode 3 sukses bikin aku standing applause. Kasus mayat dalam kepompong di gua itu beneran bikin merinding satu badan. Dari yang tadinya ngantuk-ngantuk, langsung seger begitu ditampilin sarang laba-laba raksasa berisi manusia.
Aku suka banget kasus-kasus awal di sini. Kisahnya original dan nggak mudah ditebak. Dibawanya kemana, hasilnya malah kemana. Pembunuhan dalam sarang laba-laba itu sih yang paling langka. Siapa sangka, seseorang yang terlahir dengan dua set kromosom dan dua alat kelamin membuatnya berperilaku menjadi laba-laba.
Namun untuk kasus-kasus terakhir lemah banget. Kasus Chen Chu Chuan itu kayak tersangkanya udah jelas dia tapi kayak nggak ada pengamanan dari polisi padahal jelas-jelas setelah selesai introgasi Chen pasti akan di buru oleh orang lain. Apalagi penyamaran Han Feng untuk kedua dan ketiga kalinya. Itu kayak, masa nggak ada polisi lain. Sebab, bandarnya kan masih sama, jadi masa nggak kepikiran anak-anak buah mereka nggak ngenalin si Han Feng.
Semua kasus pada akhirnya dikaitkan kembali dengan kasus narkoba utama yang melibatkan Yu Fei, yang selama ini dicari-cari oleh Qi Si Zhe. Han Feng yang merupakan abang angkat Yu Fei nggak setuju dengan Si Zhe yang masih berusaha menguak kasus itu. Han Feng yang dulu menjadi kepolisian bagian narkotika merasa sudah berhasil memecahkan kasus itu dengan tertangkapnya Li Ming (sahabat Qi SHi Zhe) sebagai tersangka utama. Hal ini membuat hubungan Qi Si Zhe dan Han Feng nggak akur. Mereka selalu berselisih paham. Dan yang tau ada tembok di antara mereka siapa? Iyapp itu Zhu Qing Yue.
Ibu Zhu kita satu ini sabar banget deh hadapin tuh dua orang. Selain punya beban kerja sendiri dia juga punya beban agar dua orang itu nggak bersitegang. Sampai akhirnya dia juga yang buat mereka baikan. Han Feng yang selalu mendampingi Qi Si Zhe menanggani kasus akhirnya merasa apa yang Si Zhe ucapkan ada benarnya. Han Feng melihat kredibilitas Si Zhe dalam bekerja dan perlahan dia mulai ragu dengan hasil penyelidikannya di masa lalu. Lalu diam-diam Han Feng mendukung Si Zhe dan melaporkan keraguannya pada kepala mereka. Zhu Qing Yue yang mengetahui hal ini ngadu deh ke Si Zhe. Dari situlah Qi Si Zhe dan Han Feng kompak dan akur.
Selama nonton, aku sempat merasa familiar sama nuansa dramanya. Kayak, “kok rasanya pernah nonton yang vibes-nya begini?” Dan akhirnya kebayang. Itu adalah Nine Puzzle (2025). Pola pembukaannya mirip. Dimulai dari tragedi yang menimpa pemeran utama, dicurigai sebagai tersangka, lalu kasus-kasus yang berkaitan dengan kasus utama. Yang paling terasa mirip adalah cara mereka mengidentifikasi bagaimana pembunuhan itu terjadi.
Bedanya, di Nine Puzzle (2025), proses ini lebih banyak diambil alih oleh Ena sebagai profiler, fokus pada analisis karakter dan psikologi pelaku. Sementara di The Truth Within (2025), penjelasan datang dari para detektif dan lebih banyak dari sudut pandang Qi Si Zhe sebagai dokter forensik. Ena menganalisis teknik pembunuhan dari sisi karakter tersangka, sedangkan Qi Si Zhe melihatnya dari bukti-bukti dan TKP. Tujuannya sama, tapi pendekatannya beda.
Yang mengganggu banget ya, penutup kisah Zhu Qing Yue sih. Dia kena bom sampai koma itu okelah. Hal itu juga yang membuat Zhu Qing Yue nggak ikut di operasi akhir. Tapi bahkan kemunculannya di detik-detik ending malah nggak dimunculkan. dengar-dengar sih ada masalah jadwal aktris dengan waktu syuting ya, tapi rasanya kosong. Penonton cuma dikasih tahu kalau Zhu Qing Yue sembuh dan bertugas kembali. Padahal aku pikir dia akan ada saat tim mereka diberi penghargaan itu loh. Zhu mungkin akan ada dengan memakai seragam lengkap tapi di kursi roda. Tapi ya, nggak ada.
Bagian favoritku adalah saat Qi Si Zhe dan Gao Yan lagi diskusi ilmiah soal mayat dan bukti-bukti di TKP. Han Feng dan Zhu Qing Yue yang berada di dekat mereka jelas kebingungan. Zhu Qing Yue sih selow aja, dia nunggu Si Zhe dan Gao Yan punya kesimpulan dan ngasih tahu hasilnya. Nah, si Han Feng ini nih, cerewet banget. Han Feng sampai nyuruh mereka berdua ngomong pakai bahasa bayi supaya dia juga ngerti (bro think bro part of them).
Xiaoxi, polisi bagian IT yang melek teknologi. Maka nggak heran kenapa dia bisa pakai kacamata segede itu. Yah gimana nggak, tiap ada kasus dia nih yang kerjanya lembur mantengin CCTV semalaman. Belum apa-apa, udah kebayang aja di kepalanya: "Ini gw harus begadang gaya apa lagi, ya?"
Ini nih yang hampir selalu menggagalkan fokus utama, Su Huai Ning. Xiao Xu ini ya vibe-nya kayak halo dek bangetlah. Pokoknya kalau dia muncul kita harus mengagumi dia dulu. Masih muda tapi punya keberaniannya nggak kalah dari seniornya. Yah walaupun saat Bu Zhu kita kena bom cengeng dikit sih.
Lao Wan atau Wan Guo Xin, dia ini dekat banget dengan Zhu Qing Yue. Usut punya usut ternyata beliau adalah rekan dan sahabat abangnya Zhu Qing Yue. Setelah abangnya gugur dalam tugas, ia berjanji akan melindungi Zhu Qing Yue atas nama sahabatnya itu. Tapi janji itu nggak bisa ia tepati karena malah dirinya yang gugur. Sebagai tumbal, kematian Lao Wan sukses bikin kaget. Sebab dia ini nih yang padahal keliatan paling sangar. Makannya jemput terduga tersangka aja sendirian.
Pada akhirnya, bagian yang paling menyedihkan dari drama ini adalah nasib Qi Si Zhe sendiri. Sejak awal, dia sendirian menyelidiki ulang kasus kematian Yu Fei. Dan sampai akhir pun, Si Zhe tetap sendirian. Karena ternyata, orang-orang terdekatnyalah dalang dari semuanya. Kedua sahabatnya dan gurunya yang paling ia hormati. Semua terlibat dalam kehancuran hidup dan kematian kekasihnya.
Sampai akhir mereka nggak sadar diri salah. Gurunya itu apalagi. Istri sendiri yang kecanduan malah ngorbanin orang lain. Padahal aku sempat percaya sama nih orang saat ia Si Zhe minta izin untuk usut ulang kasus itu dan gurunya mendukung. Kayak akhirnya ada yang percaya dengan kecurigaan Si Zhe. Siapa sangka dialah yang dilihat oleh Si Zhe saat kecelakaan yang menimpa Yu Fei dan dirinya dulu. Dalam kobaran api yang selalu menjadi mimpi buruk baginya, ternyata itu adalah guru yang paling Si Zhe hormati. Bahkan saat memergogi Yu Fei, si gurunya itu yang paling vokal. Li Ming aja bilang "Nih cewek pacarnya Si Zhe loh.
Menurutku Qi Si Zhe adalah karakter sunyi, penuh luka, dan dipaksa berjalan sendirian oleh kebenaran yang kejam. Andai saja Si Zhe tahu semua itu sejak kecelakaan itu terjadi, aku nggak yakin dia sanggup bangkit. Bajingan kalian semua!
Hanya Han Feng yang akhirnya menemani Si Zhe. What If Yu Fei masih hidup mereka bertiga pasti jadi keluarga yang harmonis.
The Truth Within layak dicoba. Memang nggak semua episodenya ringan, tapi justru di situ letak kekuatannya dan jelas meninggalkan kesan. Dan ya, melihat Luo Yunxi kembali di drama modern dengan peran sekompleks ini rasanya... puas.
Terima kasih untuk semua tim dan aktor yang telah bekerja keras.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.















Komentar
Posting Komentar