[REVIEW] Shine on Me (2025)

Shine on Me


Hi My Day ...

Apa kabarnya?

Lama banget ya kita nggak saling sapa. Tiga tahun. Iya tiga tahun sejak postingan terakhir. Kadang aku sendiri masih suka mikir, kok bisa sejauh itu jaraknya. Padahal dulu rasanya hampir tiap hari aku pengen lari ke sini.

Aku sebenarnya kangen kalian. Beneran. Kalian kangen aku nggak? 

Selama aku "menghilang", hidup terus berjalan. Drama dan film hidup juga, tentunya. Aku masih rutin nonton drama dan film. Kebiasaan itu nggak pernah benar-benar hilang. Tapi ada fase di mana masalah hidup bikin aku lupa caranya antusias. Nggak berhenti suka sih, cuma capek. Kepala penuh, hati berisik, dan menulis jadi hal yang terus aku tunda. Sampai akhirnya kerangka-kerangka tulisan ulasan drama dan film yang kunonton menumpuk tanpa pernah benar-benar selesai. 

Hari ini aku balik ke sini bukan karena semuanya udah beres. Justru karena aku kangen versi diriku yang pernah jujur nulis tanpa takut dibaca siapa pun. Jadi, anggap aja ini sapaan pelan setelah lama diam. Kita mulai lagi ya? Pelan-pelan.

Menyambut tahun baru, kita kembali disapa drama adaptasi novel dari Gu Man. Siapa yang nggak kenal Gu Man? Boss & Me (2014), Love O2O (2016), You Are My Glory (2021) merupakan beberapa tulisannya yang telah diangkat menjadi drama populer. 

Maka aku nggak boleh ketinggalan ketika Shine on Me direncanakan menjadi novel selanjutnya yang akan digarap. Aku sudah mengikuti perkembangan drama ini sejak beredar 🍉 Terpilihnya Zhao Jinmai dan Song Weilong menjadi pemeran utama dari drama ini semakin melambungkan antusiasku.


Zhao Jinmai aka Nie Xiguang



Song Weilong aka Lin Yusen

Shine on Me 骄阳似我 (Jiao Yang Si Wo) adalah drama adaptasi novel berjudul Blazing Sunlight. Drama ini menceritakan perjalanan Nie Xiguang seorang mahasiswa tingkat akhir yang bersiap memasuki dunia kerja profesional, meskipun sebenarnya ia menyimpan kenangan buruk dengan sosok yang pernah ia taksir semasa kuliah.

Di sisi lain, ada Lin Yusen seorang profesor sekaligus dokter bedah saraf jenius yang harus menerima kenyataan pahit setelah sebuah kecelakaan membuat tangannya tak lagi mampu menjalankan profesi yang ia cintai.

Menariknya, dua kehidupan yang tampak terpisah ini ternyata pernah saling terkait. Xiguang memiliki keterkaitan dengan kecelakaan yang dialami Yusen. Ini adalah sebuah fakta yang perlahan membuka luka lama dan konflik emosional di antara keduanya.

Lantas bagaimana kelanjutan kisah mereka ketika masa lalu, rasa bersalah, benci dan cinta saling berhadapan? Apakah pertemuan mereka menjadi ruang untuk berdamai dan penyembuhan atau justru membuka luka yang selama ini tersembunyi. 

Jadi, berikut review-ku untuk Shine on Me. Semoga kamu suka dan betah baca sampai akhir.

...

SPOILER ALERT

Aku cinta banget sama Shine on Me. Aaaaaaaaaaaa (ceritanya lagi teriak). Drama ini tuh definisi drama yang aku sayang. Beneran. Aku suka banget sama drama ini karena tiap hari rasanya hatiku berbunga-bunga terus ditemani mereka.

Rasanya aku juga ikut jatuh cinta, ikut deg-degan, dan kebawa suasana. Drama ini berhasil bikin aku ngerasain lagi butterfly era. Efeknya senyum-senyum sendiri, ketawa ngakak, sampai teriak-teriak nggak jelas kayak orang stres. Lagian manis banget sih. Jadi rasanya sama sekali nggak sia-sia nunggu setahun lebih cuma buat akhirnya bisa nyaksiin duet Mai Mai dan Weilong.

Bagian yang paling aku suka di sini tuh mereka setara. Jangan lupa jokes pewaris x pewaris atau pasangan 51% dan 49%. Mereka setara dari cinta bahkan isi dompetnya ckckck. Di scene Yusen becandain Xiguang untuk bayarin acara dinner kantor itu karena Yusen tahu isi dompet Xiguang cukup buat bayar makanan di restoran mahal begitu. Coba misal aku atau cewek y/n lain? Baru juga masuk restoran udah syok duluan. So, di drama ini perjalanan ekonomi mereka mulus. 

Capek dari kondangan, kemalaman, dan nggak sanggup balik ke rumah lagi, tinggal booking hotel. Pulang kampung jenguk Nenek dan Kakek, tinggal nyetir mobil sendiri (btw mobilnya Xiguang BMW loh). Apa? Kampung terpencil dan nggak ada akses kendaaran? Nggak usah khawatir, pagar rumah Nenek Kakeknya aja udah pakai remote say. HP nggak cukup memori untuk download Wechat? Tinggal beli HP baru + jangan lupa beli memori eksternal tambahan dengan kapasitas paling besar. Selesai wisuda nganggur nggak tahu mau kemana? Tinggal liburan dua bulan ke Eropa bareng adik sepupu tercinta. Seru ya jadi orang kaya. Maka, di sini nggak akan kita temuin scene telat ngantor karena ketinggalan kereta. Apalagi jalan kaki pake heels kemana-kemana (ada deh gara-gara Zhuang Xu ngaku kagak punya duit). Walaupun Xiguang hitungannya fresh graduated ya, tapi dia udah punya semuanya. Yah gimana nggak punya segalanya. Emaknya kaya dari lahir, bapak dan emaknya bangun bisnis sendiri sampai kaya, paman dan bibinya juga punya perusahaan sejenis juga, jadi bukan salah Xiguang kalau dia dimanjain sejak kecil.

Begitu juga dengan Yusen. Seseorang yang juga terlahir dengan sendok emas ini tentu nggak akan kalah berbeda dari Xiguang. Apalagi Yusen dan Xiguang terpaut jarak 5-6 tahun. Tentunya Yusen sudah lebih dulu punya karir sendiri, membuatnya lebih stabil secara financial. Ayang ngambek pengen hibur pakai kembang api? Tinggal borong aja isi tokonya. Mau kondangan dan ayang nggak bawa dress? Tinggal shopping aja. Semua yang di pakai ayang wajib dibeli. Apa?  Mau pamer di acara nikahan temen ayang? Tinggal ganti mobil ke mobil sport terbaru yang ada di garasi rumah. Pulang dari dinas kantor harus bawa banyak makanan agar ayang nggak takut di pesawat? Tenang Yusen beli kursi tambahan cuma buat narok makanan yang dia bawa. Tiap kencan harus split bill? Nggak dong, Yusen pokoknya harus lebih dulu ngeluarin kartu debitnya dari pada Xiguang. 


Pokoknya masalah ekonomi pasangan ini cuma satu: siapa yang bayar. Daripada kalian bingung siapa yang harus bayar, mendingan kalian bayarin aku aja? Gimana? (She think's she's part of them 👉👈) 

Aku suka bagaimana alur yang akhirnya membuat Xiguang membuka diri pada Yusen. Kayak dia nih gamon sebenarnya. Sampe pake trik tipu daya Yinjae dan Yuhua untuk liburan akhir pekan ke Shanghai agar bisa "nggak sengaja ketemu dengan Zhuang Xu". Akal-akalan banget makan siang di restoran sambil natap gedung kantor Zhuang Xu. Makan dessert di kafe depan lobi kantor Zhuang Xu. Bahkan sengaja lewatin jalan menuju kantor Zhuang Xu demi apa? Yak demi ketemu "nggak sengaja" tadi.

Dengan perasaan kekecewaan yang dia bawa itu, Xiguang belajar agar orang lain tidak merasakan apa yang dia rasakan. Kenapa dia berani ngejar tapi takut untuk dikejar. Itu akan membuat dirinya seperti "Zhuang Xu" yang lain dan Yusen adalah versi dirinya yang lain. Maka dari itu, dia bilang dia berani untuk dikejar Yusen dan menyambut Yusen untuk mengejarnya terang-terangan. 

Xiguang begitu beruntung punya teman-teman kantor sebaik Yinjae, Yuhua dan Qiqi. Qiqi dengan berani membela Xiguang saat terjadi kesalahpahaman dokumen keuangan. Yinjae dan Yuhua mendukung Xiguang sejak didekati Yusen. Bahkan sebelum mereka tahu Xiguang anak pemilik saham perusahaan. Berbanding terbalik dengan teman-teman kampusnya itu. Aku bahkan sampai nggak ngerti kenapa Xiguang bertahan temenan dengan mereka. Mereka itu nggak baik karena mereka tahu ada kesalahpahaman antara Xiguang dan Zhuang Xu. Ada tension nggak enaklah antara mereka berdua tiap pas-pasan. Tapi mereka nggak mencoba mendamaikan keduanya. Coba ngomong dari hati ke hati kek. Misal geng cowok urus Zhuang Xu dan geng cewek urus Xiguang. Inikan nggak. Bahkan tanpa sadar Xiguang  menjadi saingan dalam geng. Jadi apanya teman? 

Hal yg paling kubenci dari drama ini tentu saja si Zhuang Xu itu. Nggak suka banget. Dia yang minder dia juga yang ngamuk. Mana merasa jadi korban. Padahal seharusnya, dia itu nggak berhak marah. Siapa dia? Tersakiti? Nggak berhak, sebab hal itu terjadi karena tindakannya sendiri. Dia yang milih buat percaya omongan "katanya" orang-orang. Padahal dia tahu Xiguang baik dan dia punya banyak waktu buat ngobrolin hal itu ke Xiguang tapi dia milih diem dan percaya gitu aja. Dia membiarkan "orang ketiga" (terserah entah itu Rong Rong atau teman-temannya atau adeknya) untuk membangun narasi antara Xiguang dan dirinya.


Lai Weiming aka Zhuang Xu

Kaget bgt sih baru episode 1 udah ngejek seorang anak pewaris manja. Kalimat "Mau sampe kapan jadi parasit orang tua?". Dih kata aku mah. Iri ya orang tua kamu soalnya nggak mampu biayain hidupmu. Kasihan deh sampai biaya operasi orang tua aja sampai harus ngutang ke gebetan. Padahal malu tuh ngutang sama cewek. Apalagi pas dia bilang ke Xiguang, ngapain pakai heels malam-malam cuma buat nampak cantik. Dih, perasaan kamu nggak ada kontribusi apa-apa di hidup Xiguang. Apa pula ngatur-ngatur Xiguang mau pakai heels kek, pakai mahkota juga sekalian. Toh Xiguang mampu beli apa yang dia mau. 


Cewek secantik ini dibilang manja karena pakai heels

Maka dari itu, aku puas banget dengan dialog Zuang Xu ke Ye Rong yang bilang kalau apa yang dia rasakan sekarang (maksudnya ditinggal Xiguang) karena dia lebih percaya Ye Rong daripada Xiguang. Mampus, rasain. Lagian percaya sama nenek lampir bukan bidadari macam Xiguang. 

Awalnya aku pikir tindakan nyebelin Yusen ke Xiguang karena dia marah bahkan benci. Sebab siapa yang nggak ngamuk dilupakan setelah diajak kencan? Padahal Yusen mengalami kecelakaan dan kehilangan mimpinya gara-gara ajakan kencan itu. Namun setelah peristiwa Xiguang jatuh dan Yusen merawatnya, aku pikir, aku salah. Menurutku apa yang dirasakan Yusen adalah patah hati. Patah hati karena wanita yang dia cintai dan dia pikir juga mencintainya nggak peduli atas kecelakaannya. Ditambah Yusen menemukan fakta bahwa Xiguang ternyata malah suka sama cowok lain.

Terbuktikan di surat cofess-nya Yusen bilang dia nggak pernah membenci Xiguang atas kecelakaan yang menimpanya. Yusen bahkan cari seribu alasan kenapa Xiguang bisa lupa sama dia, kenapa Xiguang nggak nyari dia, bahkan nggak pernah nanya seolah nggak terjadi apa-apa di antara mereka. Walaupun di seribu alasan yang Yusen buat itu ada aja celahnya. Kayak mungkin waktu itu Xiguang masih terlalu muda, mungkin wajahnya berubah sampai nggak dikenali lagi, atau mungkin Xiguang nggak kenal siapa yang diajak kencan. 

Bagaimana pun kemungkinan yang ia ciptakan mengapa Xiguang melupakannya, cinta Yusen sudah terlalu besar pada Xiguang. Maka dari itu, Yusen tetap ngejar Xiguang lagi meskipun diam-diam Xiguang udah jd iblis di hatinya (ini sumpah dialog yang nyes banget). So, pada episode 8 Yusen bilang dia mau damai dan lupain masa lalu sama Xiguang karena dia takut Xiguang nangis artinya Yusen itu mau nurunin ego demi perempuan, yahh balik lagi karena yusen udah kecintaan juga sih. Tapi tetap aja itu hal yang langka.

Hal ini juga jadi mirroring scene dengan Zhuang Xu. Saat Yusen ngejar Xiguang dan pindah ke Suzhou demi Xiguang, dia di situ sebenarnya masih salah pahamkan ngirain Xiguang yang ngundang dia ke Wuxi. Tapi Yusen milih buat ngenal Xiguang dan nggak nerima mentah-mentah hipotesisnya selama ini. Makannya sampe ada dialog Yusen yang bilang setelah tiba di Suzhou mengenal Xiguang lebih jauh, pikiran dia tentang Xiguang mulai berubah. Yusen mulai ragu, nggak mungkin Xiguang nggak peduliin dia kalau memang Xiguang yang udah ngundang dia ke Wuxi. 

Nah, peristiwa itu di compare dengan Zhuang Xu. Saat Zhuang Xu salah paham dengan Xiguang karena omongan orang-orang, dia nerima itu gitu aja. Itu salah satu alasan yg membuat dia ragu mau sama Xiguang. Padahal kayak yang Xiguang bilang, Xiguang dan Zhuang Xu itu udah menghabiskan banyak waktu, sering ngobrol, sering aktivitas bareng tapi Zhuang Xu nggak memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenal Xiguang atau bahkan sekedar nanya. Zhuang Xu membiarkan orang lain mengontrol posisi Xiguang. Si laki-laki bodoh itu malah terus-terusan nuntut kesempatkan yang terlewat. Nyalahin Xiguang juga karena udah bohong pas tahun baru karena maksud Zhuang Xu itu kesempatan dia buat dapatin Xiguang lagi. Cihhh, menjijikkan. 

Btw, aku suka banget sama Nie Xiguang. Saat Yusen nyebelin ke dia, dia sama sekali nggak ngamuk atau marah nggak jelas di depan Yusen. Dia malah curhat ke Yinjae, mikir apa dia ada salah di masa lalu sama Yusen. Xiguang ini logikanya jalan banget, apalagi congornya sih. Ayahnya sendiri aja kalah kalau adu mulut sama dia. 



Xiguang itu nurut ke Yusen sebagai bos. Jadi dia tetap menghormati takut-takut gitu loh. Kalau Yusen mulai dingin dan nyebelin, Xiguang langsung tahu diri, diam dan takut bukan malah balik nantangin. Mirip dengan Ceng Yao dari My Boss. Aku suka, punya rasa hormat artinya. 

Di pesta ulang tahun Shengyuan dan Kakek Yusen itu juga epik momen sih. Biasanya adegan ini tuh diambil alih oleh Main Lead yang ngebela si perempuannya. Shine on Me beda cuy. Xiguang dengan percaya dirinya menampakkan diri untuk membela Yusen yang disepeliin Xingjae yang kekanak-kanakan itu. Pas Xiguang manggil "Lin Yusen", itu asli waktu rasanya seolah berhenti detik itu juga. Lagian, dengan latar belakang dan aura sehebat Xiguang pasti akan langsung teralihkan sih. Dari pesta yg katanya akan menunjukkan pewaris Shengyuan malah jadi pesta perkenalan cucu menantu nih. Eh?

Hal lainnya yang aku soroti adalah setelah Xiguang tahu alasan kenapa Yusen pernah sangat dingin dan nyebelin ke dia, Xiguang itu nggak kabur apalagi marah balik ke Yusen. Dia langsung mikir, berarti dari awal ketemu, Yusen menganggap dia penyebab kecelakaannya tapi kok bisa tetap ngejar dia? Xiguang malah khawatirin keadaan Yusen bukan merasa telah dirugikan. 

Ini lagi hebatnya Yusen jg setelah menyalahkan diri sendiri kalau ternyata bukan Xiguang yang ngajak dia ke Wuxi tapi anak gundik Ayah Xiguang yang ngaku-ngaku sebagai Xiguang, Yusen itu butuh waktu sendirikan, healing. Tp dia ngilang ngabarin coy. "Skrng aku butuh waktu sendiri" dia chat ke Xiguang gitu. Ini tuh hebat banget, jadi kita cewek tuh nggak nyariin. Kita tahu klo dia nanti akan balik lagi. 

Yusen sebelum pelarian minta izin dulu terus dari tempat pelarian dia ngirim surat untuk Xiguang. Sekali lagi surat. Memang ini parallel scene favoritnya Gu Man sih. Masih ingat Yu Tu nulis surat untuk Jing Jing di Gurun? Romantis dan deep. Cowok-cowok kayak gini tuh memang spek standar kita-kita.

Maka ketika ada kesalahpahaman yang terjadi. Mereka berdua nih selalu berusaha untuk obrolin. Nggak ada yang saling pendam kalau udah ngerasa nggak enak. Yusen yang awalnya nggak mau nanya soal peristiwa Wuxi ke Xiguang juga rencananya pun mau ditanyain setelah liburankan? Xiguang yang tahu isi hati Yusen setelah dapat surat juga langsung nemuin Yusen. 

Mereka juga saling mendukung mimpi masing-masing. Mereka tahu apa yang diinginkan dan dicapai oleh pasangan. Xiguang tahu, dunia medis adalah hidup Yusen. Maka dia terus mendorong Yusen pada mimpinya dan ikut bersedih saat Yusen masih berduka atas kehilangan mimpinya itu. Begitu juga dengan Yusen, Yusen tahu dalam hati Xiguang ingin menjadi pengusaha independent. Yusen ingat keasbunan Xiguang tentang harapannya bagi perusahaan. Makannya Yusen mendorong Xiguang utuk ngambil proyek taman di pabrik dan mau ikut membantu Chengrui dalam tender Grup Feng Teng. 

Bukan hanya soal harta dan perasaan, effort keduanya juga setara.

Gila yaa, aku suka banget dengan scene di episode 12. Yusen~ what the man you are~ Saat Zhuang Xu dengan sengaja numpahin wine ke Xiguang, sumpah itu ngeselin abis. Aku di situ heran kenapa Yusen lama banget nyusulin Xiguang sampai Xiguang tuh udah disepelein lagi sama Zhuang Xu. Ternyata Yusen lagi mikir cuy. Dia mikir, haruskah dia susulin? Terus dia itukan udah 30 tahun, masa ngejar cewek nggak sabaran banget tapi nggak bisa dipungkiri dia memang udah nggak sabaran. Dia berharap Xiguang cepat-cepat pindah hati. Setelah ngungkapin itu semua, dia ngasi baju ke Xiguang. Dia bilang, dia udah beliin banyak baju cantik buat Xiguang masa nggak dipamerin. OMG! Zhuang Xu marah karena Xiguang pake heels cuma untuk tampil cantik sementara Yusen malah nyuruh Xiguang pake baju cantik-cantik. Jangan lupa baju cantik-cantik itu juga Yusen yang beli bukan cuma nyuruh-nyuruh doang tanpa kontribusi apa-apa.

Makna dari scene ini tuh, Yusen nggak mau Xiguang pake baju yang akan mengingatkan Xiguang pada kenangan buruk (prengat-prengut si Zhuang Xu pas numpahin wine). Pasti kalau lihat noda yang masih ada di baju lama, Xiguang akan teringat lagi. Jadi maksudnya, seperti baju baru yg disuruh ganti, hati Xiguang juga seharusnya diganti. Asekkkkk. 

Terus ya, penutup dari dialog nembak si mas-mas dokter merangkap manager ini adalah kalau Xiguang masih suka orang lain apa salahnya, dia nembak agar Xiguang bisa milih antara keduanya. Gila ga gila!!!! Yusen percaya diri bener emang. Apalagi sebelumnya dia jg bilang klo Xiguang nggak yakin bisa suka Yusen balik nggak apa-apa tapi masa Xiquang nggak percaya kalau Yusen bisa buat Xiguang jatuh cinta sama dia. Definisi dikejar sampai kau jd milikku Yusen mah.



Yusen: menang ga kaget, kalah ga mungkin 😎

Kerennya dari drama ini tuh, alurnya enak dan mengalir. Kita dibawa ikut merasakan kisah mereka. Pelan-pelan dibawa mengenal karakter mereka. Terperinci ditunjukkin emosi masing-masing dari mereka. Romancenya juga tahap pertahap. Jadi bukan yang tiba-tiba ini, tiba-tiba itu, dan grasak-grusuk. Hal ini membuat kita penonton nggak capek, nggak terburu, dan juga nggak kosong melempem. 

Era PDKT juga lama dan lembut banget. Penonton bukan sekedar menyaksikan dua anak manusia yang sedang bulol. 

Setelah menyaksikan lebih lama, karakter favoritku jatuh kepada Mama Xiguang aka Nona Jiang Yun. That's our girls. She's rich, single and free! Dia baik, pinter, dan cantik banget. 


Cewek yg punya value seluar biasa itu bisa dengan tegas cut off suami red flag. Apalagi masalah si suami itu relate banget cuy dikehidupan sehari-hari, lebih kasihan sama orang lain dari pada istri anak sendiri. Hebatnya Mama Xiguang bisa dengan tegas ambil keputusan untuk pisah dari pada makan hati.


Keluarga old money gini mau kemasukan Zhuang Xu?


Nah ini baru bener 👍

Jangan lupakan brother of the year kita, Jiang Rui. Bahkan si bocah ini lebih dewasa dibandingkan Zhuang Xu. Aku suka banget Jiang Rui. Hubungan dia dan Xiguang juga lucu banget. Gelut mulu. Apalagi saat liburan di Gunung Changbai tuh. Kemana-mana berdua (sebelum Yusen datang dan menjadi orang ketiga antara keduanya). Dia ini happy virus tapi bisa jadi dewasa di saat kakaknya terpuruk. Dia langsung ambil sikap ketika tahu kakaknya disakiti Zhuang Xu. Dia bisa jadi tameng Xiguang. Pokoknya nggak ada yang boleh nyakitin Xiguang. 

Han Haolin aka Jiang Rui

Hal ini pula yang dilihat Yusen. Yusen tahu Jiang Rui itu salah satu tembok yang harus ditaklukan jika ingin mendapatkan Xiguang. Maka dari itu mendapatkan hati Jiang Rui adalah misinya juga. Ingat banget sengaja deep talk berdua dan tanding ski bareng Jiang Rui. Oh iya jangan lupa, wajib traktir Jiang Rui makan hotpot. Kebayang sih kalau keluarga ini beneran liburan ke Swiss. Ayo dong, bikin spin off keluarga ini liburan lagi. 



Bukan hanya Jiang Rui. Jangan lupakan Nenek Kakek Xiguang di kampung. Dalam pertemuan pertama, Yusen berhasil menaklukan keduanya. Kayaknya memang bener, calon menantu idaman para orang tua asia adalah seorang dokter.

Xiguang memang rich girl dan disayang oleh keluarganya. Punya karir yang bagus juga. Jangan lupakan dicintai ugal-ugalan oleh Yusen. Tapi Xiguang punya Ayah se-red flag Nie Chengyuan. Hal itu mestinya nggak patut dimiliki oleh perempuan sesempurna Xiguang. Sebab, aku nggak bisa bayangin, gimana rasanya membenci Ayah sendiri? 

Aku memaknai kenapa Yusen ragu ngabarin Xiguang kalau dia ke RS di episode 20 adalah karena dia pikir Xiguang nggak peduli. Yusen pikir akan sama aja seperti kecelakaan tahun lalu, "Xiguang" nggak akan menjenguknya ke RS. Lalu, ketika Xiguang ternyata panik mencari Yusen kemana-mana, scene tersebut menggambarkan bahwa Xiguang bukan seperti yang Yusen tuduhkan selama ini. Dari situ Yusen akan ragu bahwa Xiguang tidak mungkin tidak memperdulikannya. Di dialog bareng Ibunya, Yusen juga bilangkan kalau dia udah "sembuh" gara-gara Xiguang panik nyari dia. Dari situ juga Yusen akhirnya mau cari tahu sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu. Yusen selama ini terlalu sakit hati untuk mencari tahu. Makannya pas tahu itu bukan Xiguang, Yusen marah banget ke dirinya sendiri. Dia sampe healing ke barat (kayak kera sakti aja ya nyari kitab suci ke barat) dan itu keren banget. Laki banget cuy healing dia. Apa itu ngamuk-ngamuk? 

Makannya aku benci banget sama Ayah Xiquang. Aku benci banget sama laki-laki bloon. Lah iya, itu contohnya Ayah Xiguang. Mana bodohnya gara-gara gundik. Anj sakit banget hatiku lihat kelakuan Ayah Xiguang. Apalagi kalau jadi anaknya dan harus membenci ayah yang seperti itu. Bahkan, episode 33 merupakan episode paling membekas (di luar lovey dovey Couple Linxi kita ya). Bagiku scene dari Xiguang yang sedang melepaskan semua luapan emosi pada Ayahnya itu adalah puncak dari hubungan ayah dan anak ini. Itu semua adalah apa-apa yang dipendam Xiguang dari dia kecil yang selama ini tertahan. Aku masih di posisi bagaimana rasanya membenci ayah sendiri seperti itu, ya? Aku merasa jika harga untuk mendapatkan semua kebahagian Xiguang adalah membenci ayah sendiri seperti itu, aku nggak mau. 


Untungnya Xiguang masih punya Mama yang baik hati

Sepanjang kisah Xiguang dan ayahnya pertanyaanku cuma satu. Di mana posisi Xiguang di hati ayahnya seperti yg dia katakan? Sementara yang dipedulikan ayahnya hanya si gundik dan anak itu. Air mataku nggak berhenti menetes sepanjang scene ini. Bahkan di akhir yang meminta maaf atas ketidakadilan yg dialami Yusen dan Xiguang malah ibu Xiguang. Bahkan ibunya langsung nanya, apa ibu Yusen tahu semua ini? Cuz ibu Xiguang nanti pasti juga akan meminta maaf langsung. Ini adalah scene paling menyakitkan. 

Lawrence Ng aka Nie Chengyuan

Jadi untuk Bapak Nie Chengyuan. Selamat menghabiskan hari tua seorang diri. Tanpa istri dan anak yang dicintai. Hidupmu tentu akan sepi. Dan saat kematian menghampiri, seperti saat sakit tumor itu menggerogoti. Kau akan teringat kembali, apa-apa yang kau sesali. 

Xiguang pemberani dan Yusen pantang menyerah, karena itulah mereka jodoh. Keberanian Xiguang membuat Yusen jatuh cinta, dan dengan pantang menyerah Yusen mengejar Xiguang lagi karena ia tidak mengedepankan ego karena cintanya lebih besar. Mungkin itu adalah keberuntungan yang Xiguang miliki karena harus memiliki ayah sejahat Nie Chengyuan. 

Oh iya untuk patner duet Mai Mai di modern drama aku masih nggak bisa milih antara Lin Yusen atau Lin Yiyang????? Mereka definisi hijau sehutan-hutannya. Sama-sama he fell first he fell harder. Sama-sama pantang menyerah. Sama-sama berjuang saat PDKT. Bedanya, Lin Yiyang itu matanya menghanyutkan dan dalam. Lihat dia natap Yinguo kayak "cantik banget nih cewek cinta mati pokoknya". Tatapan matanya tuh kayak teriak klo dia suka Yinguo. Nah klo Lin Yusen senyumannya cuy. Matilah kita kalau Yusen udah senyum. Mana dia sering salting yakkkk. Jadi kayak dia salting kita salting. Jujur, aku nggak bisa milih. Kalau kalian milih siapa?

Aku paling suka look Xiguang di sini. 



Dia tuh ya, makin cantik pas udah sama Yusen. Xiguang percaya diri lagi. Mulai ceria lagi. Apalagi dia juga makin dewasa. Dari mahasiswa, pegawai baru, dan pemimpin perusahaan. Make up dan baju-baju dia tuh menyesuaikan banget. 



Kurang lama sih adegan ini. Aku mau lihat Xiguang yang super cantik itu. Aura dia di sini tuh kayak nyonya muda gitu loh. Seharusnya penonton juga ikut lihat pas mereka ngejar-ngejar kucing di sekitaran komplek. 

Adegan paling romantis dari drama ini menurutku adalah saat Yusen membuat boneka salju berbentuk Xiguang setiap hari. I mean tiap hari. Jadi kalau bangun tidur Xiguang tinggal lihat di bawah pohon ada boneka salju apa nggak. Sebab artinya Yusen udah mampir di depan vilanya semalam. 

Terus Xiguangkan menata boneka-boneka salju itu di balkon kamarnya. Dia sedih dong nggak bisa bawa pulang boneka-boneka itu. Terus ngadulah ke Yusen. Tahu apa respon Yusen? Nggak apa-apa. Kamu udah bawa pulang pembuat boneka saljunya. Kayak, jurus apakah ini wahai mas Yusen? Gimana nggak Xiguang luluh kalau jurusnya di luar prediksi begini.



Setelah dua minggu ongoing drama ini sampai juga di episode terakhir. Apa ya? Memasuki babak penyelesain cerita aku kayak udah merasa hampa mau ditinggalin mereka. Apalagi ketika benar-benar berakhir kayak, betolan nih mulai besok nggak nunggu Shine on Me jam 5 sore lagi? 

Menurutku ending drama ini tuh salah satu ending drama yang nggak terburu-buru. Konsisten sih, sejak awal memang drama ini mengajak penonton ikut dalam cerita. Bagiku ending-nya bagus banget. Teori "Menyinari" dan "Cahaya" atau reprentasi dari Shine on Me itu masih tetap disinggung juga. Jadi kayak beuhh beneran mateng nih produksi kecuali satu hal. Tentu saja efek CGI-nya. 

Saat liburan dua bulan Xiguang dan Jiang Rui itu aku masih ok-lah karena plot di situ nggak berpengaruh banget juga. Namun, pas tiba-tiba di Gunung Changbai yang di danau itu aku udah mulai nggak nyaman. Sebab beberapa menit yang lalu tuh mereka masih main ski di gunung es dengan pemandangan vila dengan hamparan salju terus pindah ke danau berubah CGI. 

Apalagi kalau udah scene di dalam mobil. Langsung deh pura-pura nggak lihat aja kalau kaca-kaca itu adalah layar hijau (tapi kalau ini bukan SOM aja sih, culture drachin emang gitu kayaknya). Terakhir, proyek  pembangkit listrik di gurun oleh Xiguang. Itu ceritanya tiba-tiba Yusen mampir nyusul Xiguang. Kayak Lailahaillah momen itu rusak banget karena CGI-nya. Padahal saat Yusen healing ke daerah gurun itu juga mereka pakai lokasi asli. Jangan lupakan OST Ning Ge yang mengalun membara mengiringi perjalanan Yusen. Tapi kenapa saat Xiguang muncul malah pake CGI. Apalagi scene itu juga di pakai sebagai penutupan episode terakhir. Namun, meskipun begitu aku memaafkan kekurangan ini. Sebab aku harus berterima kasih pada seluruh tim produksi krna telah membuat cerita seindah Shine on Me. 

Untuk Zhuang Xu sebenarnya saat ia memohon pada Xiguang di depan lobi mall itu aku sama sekali nggak kasihan. Aku merasa dia pantas mendapatkan "tamparan" dari Xiguang. Apalagi setelah dua tahun berlalu dia baru ngerti permasalahan rumor-rumor di kampus itu telah membuat Xiguang dirugikan. Dan dia tetap nggak yakin untuk minta maaf. Kayak bro, dia udah tahu salah tapi keyakinan untuk hanya bilang maaf aja nggak punya. Aku saat itu berharap ending yg buruk untuk Zhuang Xu tapi aku juga sebenarnya merasa dia berhak untuk melanjutkan hidup. 

Maka ketika Zhuang Xu tiba-tiba muncul di episode terakhir dan melihat kebahagian Xiguang dan Yusen secara langsung dan dia ternyata belum move on, aku kasihan. Kasihan karena bahkan setelah lebih dari 10 tahun berlalu Zhuang Xu ternyata masih melewatkan Chris atau orang lain. Bukankah move on terbaik adalah belajar dari kesalahan? Zhuang Xu ternyata belum mampu untuk itu. Aku berharap Zhuang Xu sedikit bahagia agar kebahagian Xiguang dan Yusen tidak menjadi duri bagi dirinya. Tapi ya lagi-lagi hidup ini pilihan ya, mungkin Zhuang Xu sedang menjalani kosekuensi dari pilihannya. 

Oh iya, dari scene itu aku ingin menegaskan satu hal untuk orang-orang yang mulai membela Zhuang Xu hanya karena melihat dia ending-nya gamon. Banyak yang menyebut Zhuang Xu manusiawi karena ia punya ketakutan, kekhawatiran, dan hidup dalam “situasi” yang sulit. Miskin, belum mapan, dan penuh rasa rendah diri. Lalu, perilakunya dianggap wajar karena semua itu.

Tapi yang sering dilupakan adalah satu hal penting. Perilaku Zhuang Xu berdampak buruk bagi orang lain.

Terutama bagi Xiguang.

Ucapan-ucapannya yang nyelekit nggak bisa dihapus hanya dengan alasan “dia incecure" atau "dia nggak punya apa-apa”. Sebab lagi-lagi aku bilang, Zhuang Xu nggak punya hak untuk menilai pilihan hidup Xiguang. Keraguannya yang ia pelihara sendiri ikut andil merugikan Xiguang. Dan ironisnya, ia baru sadar bahwa semua itu salah ketika semuanya sudah terlambat.

Zhuang Xu bukan hanya insecure. Ia juga menolak berjuang. Ia memilih menarik diri, lalu berharap Xiguang ikut masuk ke dalam “kehidupan” yang ia pilih sendiri. Kehidupan yang dia nilai ideal, jauh dari privilege yang didapatkan Xiguang sejak lahir. Ia mengejek kemungkinan Xiguang bekerja di perusahaan ayahnya, lalu menyarankan agar Xiguang bekerja di perusahaan lain di Shanghai supaya mereka tetap dekat. Bahkan idiom tentang “anggur besar” jelas bermakna, menyuruh Xiguang kembali padanya.

Artinya apa? Alih-alih memantaskan diri untuk Xiguang, Zhuang Xu justru berharap Xiguang yang bergerak ke arahnya.

Itulah sebabnya ia marah besar saat tahu Xiguang punya pacar. Dalam pikirannya, Xiguang telah mengkhianatinya. Padahal yang dikhianati hanyalah skenario yang ia bangun sendiri. Maka tidak heran narasi yang ia pilih ketika kalah adalah “aku disakiti”, bukan “aku tidak memperjuangkan.”

Padahal usaha yang ia lakukan cuma datang ke rumah Jiang Rui dan menelepon. Itu doang. Namun dengan penuh percaya diri ia tetap yakin Xiguang mencintainya. Bahkan menurutku, ia tidak benar-benar berusaha mencari Xiguang, karena dengan begitu ia bisa tetap berada di posisi sebagai korban dan bisa menyalahkan Xiguang terus menerus.

Di titik inilah dialog Xiguang menjadi sangat kuat. “Apa mencari seseorang sesulit itu? Telepon tidak diangkat, memang tidak ada cara lain?”

Mengapa Zhuang Xu harus melimpahkan semua tanggung jawab atas atas keraguannya kepada Xiguang? Perilaku Zhuang Xu yang paling aku benci adalah kehadirannya yang selalu merusak suasana ketika bersama Xiguang di tengah orang lain. Baik di antara teman kampus maupun rekan kantor saat di Gunung Changbai. Ketika ia sedang bete karena ada Xiguang di dekatnya, ekspresinya seolah membawa subtitle, “aku korban, aku tersakiti, semua orang harus tahu”. Padahal momen-momen itu bukan hanya tentang perasaannya.

Puncaknya ada di pernikahan Laoda. Sengaja menumpahkan wine ke Xiguang. Untuk apa? Supaya semua orang tahu dia marah? Itu bukan ekspresi luka, itu bentuk ketidakdewasaan emosional.

Bandingkan dengan Yusen, karakter yang sering disebut “terlalu fiksi”. Padahal justru Yusen menunjukkan kecerdasan emosional yang sangat manusiawi. Apakah seseorang yang mampu mengelola emosinya layak disebut fiksi? Menurutku nggak ya. Justru kita yang seharusnya belajar menjadi manusia yang nggak melukai orang lain karena emosi kita sendiri.

Yusen bukan tiba-tiba berhati bak malaikat. Dalam dialognya dengan Xiguang, ia mengakui bahwa ia pernah menolak menjumpai sang kakek setelah tahu kebenaran tentang ayahnya. Suatu hari tak lama setelah ia pindah dari rumah kakek, kakeknya itu jatuh sakit. Dia ke rumah sakit tapi hanya duduk di luar pintu sampai operasinya selesai. Lalu, ia pulang tanpa menjenguk kakeknya. Namun, kemudian ia sadar bahwa itu justru membuat keadaan makin buruk. Yusen baru bisa berdamai dengan itu semua setelah ia sering melihat kematian di rumah sakit. Bahwa kematian mudah datang dan pergi. Lalu, Yusen membuat janji pada dirinya sendiri agar kelak tidak ingin orang-orang yang ia cintai baik itu keluarga maupun kekasih menderita karena konflik emosinya. 

Bahkan dalam kasus kesalahpahaman tragedi kecelakaan Xiguang, Yusen mengakui bahwa Xiguang sempat menjadi “iblis” di dalam hatinya kan. Padahal cintanya dan keinginannya memiliki Xiguang begitu besar. Itu adalah salah satu emosi yang sangat manusiawi yang ditunjukkan oleh Yusen.

Selain itu, ada juga emosi Yusen yang aku tangkap dan tidak dijelaskan secara eksplisit, tetapi terasa kuat, yaitu takut. Menurutku, Yusen menolak menjadi pewaris dan menjauh dari Shengyuan karena takut. Takut pada kekuasaan yang telah mencelakakan ayahnya.

Yusen tertarik pada bisnis dan sempat ingin mengambil jalur itu saat kuliah. Namun kebenaran tentang kematian ayahnya terungkap tepat sebelum ujian masuk perguruan tinggi. Ia memilih menjauh. Mengubur keinginannya mengambil alih bisnis keluarga, pindah dari rumah sang kakek, menjauh dari Shengyuan dan menggali mimpi lain yang lebih dekat dengan ayahnya yakni menjadi seorang dokter. 

Jadi tidak, Yusen bukan karakter fiksi yang sempurna. Ia juga manusia yang merasakan emosi di tengah kesulitan hidup. Hanya saja, kesulitan hidup Zhuang Xu dan Yusen berbeda karena garis start mereka berbeda. Kita nggak bisa berharap Yusen merasakan emosi yang sama seperti Zhuang Xu kan? Perbedaannya satu. Yusen belajar mengelola emosinya.

Itu terlihat dari caranya berdamai dengan kakeknya. Jujur saja, jika itu aku atau mungkin kita, belum tentu bisa melakukan hal yang sama. Banyak dari kita mungkin akan memilih membenci, karena sang kakek memiliki kuasa untuk melindungi ayahnya namun memilih tidak melakukannya. Yusen bukan karakter fiksi sempurna. Ia adalah karakter yang matang secara emosional.

Yusen nggak sefiksi itu kecuali wajahnya di sini. 


How can this supose to be a 44-old man? 

Ini Yusen di sini ceritanya bapak-bapak nggak sih?? But look at his face? Nggak heran robot di kantor Yusen sampai bilang, "Oh Prof. Lin anaknya masih TK, ternyata telat punya anak ya?" Yahh gimana ya mas robot, waktu PDKT bininya baru selesai kuliah itu, masa awal pacaran langsung di lamar sih. Nunggu siap dulu kali.

So, aku marah banget dengan narasi yang dibangun orang-orang di Tiktok yang memaafkan perilaku Zhuang Xu hanya karena kasihan. Apalagi karena Yusen lebih kaya dari Zhuang Xu. Jadinya malah bangun hipotesis baru karena Yusen kaya aja makannya banyak yang suka. Padahal ketika Zhuang Xu nggak membela Xiguang saat difitnah Ye Rong itu nggak ada hubungannya dengan ekonomi ya, tolong. Kalau emang wataknya mudah percaya sama omongan Ye Rong mah bukan karena dia miskin. Tapi bego. 

Di akhir perjalanan Linxi, mereka menikah setelah 2 tahun berpacaran. Dari awal sampai akhir jadi sadar hubungan yang nggak terburu-buru itu nggak apa-apa. Yusen nggak pernah maksa Xiguang. Yusen terus nunggu dan diobrolin sampai Xiguang siap. 

Bonusnya, kita penonton dapat menyaksikan Xiguang versi sachet yakni si kecil Lin Xingheng. Aku tuh gemes banget waktu dia di pakein jepitan pohon dan semangka empat biji di kunciran rambutnya. Kalau beneran pakai enam biji kayak yang disaranin Xiguang, penuh dah tuh kepala. 


Apalagi dia sejak kecil udah nunjukin bakat jago negosiasi.  Ya gimana, ya. DNA nggak bisa bohong. Emaknya CEO Guangyu, kakek nenek dan buyutnya pun pengusaha. Beneran Xiguang versi mini deh.Yusen pasti sabar banget hadapin dua perempuan ini.


Jadi, begitulah. Shine on Me diakhiri dengan indah seperti yang kita inginkan dan menyinari diriku seperti judulnya.




Terima kasih untuk semua tim produksi yang telah menghadirkan drama seindah ini.

Terima kasih untuk Mai Mai dan Weilong untuk chemistry luar biasanya, ditunggu proyek duet selanjutnya. Ehem, pindah ke Hengdian boleh juga sih.

Terima kasih untuk kalian semua yang telah membaca tulisan ini.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 

Komentar

Postingan Populer